Juliet

No More Juliet by Amritsa Muhamad

Semua mata tertuju kearah yang sama, catwalk. Peragaan busana dari rancangan designer terkenal itu jelas menjadi perhatian publik yang tergila-gila akan dunia fashion. Selain perancang dan pakaiannya, yang menjadi sorotan utama lainnya tentu para model yang tinggi semampai, kaki yang jenjang, serta wajah yang seakan terpahat sempurna. Mahakarya Tuhan dipadukan dengan mahakarya manusia, apa lagi yang kurang?

“Udah siap semuanya?” Pengarah memberikan pertanyaan terakhirnya kepada para model dibalik panggung. Sebenarnya para model sudah jengah dengan pertanyaan tersebut karena mereka jelas sudah siap dan berharap foto yang diabadikan fotografer malam ini akan menjadi salah satu pengisi majalah-majalah wanita yang akan terbit mendatang.

“Oke semuanya, let’s rock the stage!”

Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang, mata yang tidak sabar melihat keindahan, serta kamera-kamera yang haus akan objek mempesona mendapatkan apa yang mereka inginkan. Satu persatu model mulai keluar dengan pakaian yang menawan, beberapa orang sudah mulai bertepuk tangan dengan antusias tanda mereka senang. Terus dan terus para model itu memamerkan pakaian yang seakan sudah menjadi kulit mereka. Sampai akhirnya pergelaran itu selesai, designer keluar dengan karya terbaiknya yang dikenakan oleh Juliet. Semua riuh bertepuk tangan.

***

“Nggak ikut after party lagi, Jul?”

Juliet menoleh dan tersenyum, kemudian menggeleng, teman modelnya tersebut pun balas tersenyum dan berjalan meninggalkan Juliet sendiri diruang make up, dia masih harus membersihkan riasannya. Juliet sudah terlalu lelah untuk mengikuti after party, lagipula seharusnya dia menemani Ayahnya untuk menonton DVD bersama malam ini, dia sudah berjanji. Tapi fashion show yang tiba-tiba dimajukan dari jadwal seharunya membuat Juliet harus berhutang lagi kepada Ayahnya.

Dan Ayah akan selalu menjadi Ayah, saat Juliet memberitahu jika hari ini dia tidak bisa memenuhi janjinya untuk melakukan kegiatan menonton DVD yang sering dia lakukan sebelum dia menjadi salah satu model papan atas, Ayah hanya tersenyum dan berkata bahwa dia harus professional dengan pekerjaannya. Juliet tahu kalau itu hanya hiburan bagi dirinya agar dapat bekerja dengan tenang, tapi Juliet tetap saja merasa tidak enak. Dan sekarang belum jam sepuluh, jika tidak bisa menonton malam ini, setidaknya Juliet ingin bermalam dirumah Ayahnya. Sedikit menebus kesalahan.

Surprise!” Sebuah bunga tepat berada didepan wajah Juliet sehingga menutupi pandanganya kearah cermin dan yang memiliki suara. Tapi tanpa harus menyingkirkan bunga tersebut Juliet tahu siapa yang mengajaknya berbicara dan bisa masuk kedalam ruang make up model sesukanya.

“Terima kasih.” Ucap Juliet seadanya sambil meraih bunga tersebut.

“Ke after party kan abis ini?” Laki-laki itu bermaksud melingkarkan tangannya dileher Juliet, namun Juliet segera menghindar. Dan laki-laki itu hanya tertawa.

Juliet segera memasukan peralatan make up nya kedalam tas, kemudian berdiri. “Nggak, aku udah ada janji.” Jawab Juliet akhirnya dan mencoba untuk tetap tersenyum kearah laki-laki yang berdiri dihadapannya.

“Sama siapa?” Tanya laki-laki itu cepat, nafasnya menghembuskan bau alkohol.

“Ayahku.”

“Jangan bohong.” Seringai terlihat jelas dari wajah laki-laki itu, membuat Juliet merasa tidak nyaman. Anak salah satu politikus terkenal ini memang sungguh menyebalkan kelakuannya.

Juliet menghirup udara dan menghembuskannya pelan, mencoba untuk bersabar. “Iya, aku ditunggu Ayahku dirumahnya.”

“Alah, bilang aja udah ditunggu si Om di hotel, aku bayar dua kali lipat deh Jul.”

PLAK!

Juliet menampar wajah laki-laki itu dan melempar bunga yang tadi diberikan olehnya, tindakannya sudah diluar batas. Juliet tidak diterima diperlakukan seperti itu. Kali ini Juliet mencengkram kerah dari kemeja laki-laki yang keseimbangaannya sedikit goyah itu.

“Adam, I know I can’t spell ‘Love’ without ‘LV’!” Dengan suara rendah Juliet berbicara sambil mengacungkan jari telunjuknya kearah laki-laki yang bernama Adam itu. “Tapi gue nggak butuh ‘LV’ dari loe walaupun loe cowok terakhir yang ada di dunia ini yang mampu ngebelin gue Louis Vuitton!” Lanjut Juliet sambil mendorong keras tubuh Adam sehingga Adam terjatuh dan menabrak kursi.

***

“Ketempat penyewaan DVD dulu yah Pak, terus ke Depok. Aku mau kerumah Ayah.” Ucap Juliet kepada supir pribadinya setelah masuk kedalam mobil.

“Baik Non.” Jawab supir Juliet dan kemudian mobil meninggalkan parkiran  Hotel tempat pergelaran dilaksanakan.

Juliet tersenyum sepanjang perjalanan, setelah lebih dari satu bulan, dia akan melihat wajah Ayahnya. Pekerjaan dengan mobilitas tinggi mengharuskan Juliet pindah ketengah kota, sedangkan Ayahnya lebih suka tetap tinggal di pinggiran kota. Pikiran Juliet terus melayang sampai dia menyadari bahwa mobil tidak bergerak sama sekali.

“Ada apa Pak?” Juliet yang duduk dikursi belakang memajukan kepalanya sambil menoleh kearah supirnya.

“Ada kecelakaan tuh Non didepan. Mobil nabrak halte busway.”

Juliet kembali menghempaskan badannya, dia cemas, sudah hampir pukul sepuluh, dan sepertinya evakusi kecelakaan yang menyebabkan kemacetan akan berlangsung lama. Ayah pasti sudah bersiap untuk tidur dan aku akan menganggunya, apa lebih baik besok saja mengunjungi Ayah? Batin Juliet bertanya.

“Pak, kita langsung kerumah aja deh.”

“Oh, baik Non kalo begitu.”

Besok ya Yah, Juliet dateng sambil bawain Ayah makan siang masakan Juliet sendiri. Janji Juliet sambil mematikan telepon genggamnya, besok tidak boleh ada yang menghubunginya. Harinya bersama Ayah.

7 thoughts on “Juliet

  1. ini ada lanjutannya kan? kurang anti klimaks akhirnya.. tp vin gw kira yg ketabrak busway itu mobil bapaknya. hahaha *otak sinetron :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s