11 Jenderal, 47.000 Prajurit

Langkahnya ringan, tiket sudah ditangan. Kali ini dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk ikut menyanyikan lagu kebangsaan dengan haru, kegiatan yang tidak pernah dia lakukan lagi selepas Sekolah Menengah Atas. Tidak peduli bahwa dia hanya akan menonton sendirian tanpa kawan, dan dia juga tidak menyalahkan Darma yang membatalkan rencana dimenit-menit akhir untuk menonton pertandingan secara langsung bersama. Tidak perlu Darma, masih ada puluhan ribu orang yang bisa dia peluk dan merayakan kemenangan bersama.

From : Darma

Sorry, tiba-tiba hotel gue ada acara. Loe kalo mau nonton tanpa gue nggak apa-apa! Sekali lagi, sorry.

Sudah kesekian kalinya dia membaca pesan singkat itu, Darma benar-benar tidak akan datang. Akhirnya dia berjalan santai menuju salah satu mahakarya arsitek kepercayaan Presiden Soekarno, Frederich Silaban, Gelora Bung Karno. Sudah selepas Maghrib, jalan yang membelah Stadion dan fX ramai dengan manusia yang mengenakan pakaian berwarna merah, pakaian Tim Nasional Indonesia. Semua orang bersemangat, Tim kesayangan mereka mampu menekuk Malaysia di pertandingan beberapa hari lalu, 5-1, angka yang fantastis.

Dia terus berjalan kearah pintu masuk Tenggara, euphoria terlihat dimana-mana. Penjual menjajakan berbagai atribut, para calo menawarkan tiket-tiket bagi yang belum memiliki tiket, polisi memperhatikan keamanan. Semua meriah, Tim Nasional Indonesia akan melawan Laos. Semoga Indonesia akan pesta gol, batinnya.

Pintu masuk VIP Timur, tiket yang dibawa laki-laki itu menjelaskan bahwa dia harus masuk dari sana. Harga tiketnya mahal, seratus ribu rupiah, tapi dia yakin bahwa harga itu akan terbayar setelah menyaksikan kegemilangan para Jenderal menundukan Laos. Sudah hampir Isya, sebentar lagi pertandingan dimulai. Tiket yang dia genggam sejak kemarin dan dia pamerkan ke setiap orang itu akan segera disobek, dia masuk kedalam stadion.

Dia bersemangat, berlari masuk kedalam, naik melalui tangga, dan terlihatlah pintu masuk yang memperlihatkan lapangan hijau. Dia berjalan perlahan, menikmati setiap detiknya. Lampu-lampu berkilatan, cahaya dari kamera, suara bergemuruh, siapapun yang berada disini pasti akan merasakan aura yang luar biasa ini. Lampu sorot diatas stadion menyalakan lapangan dikala malam. Dia memilih tempat duduk yang terbaik, tidak terlalu keatas maupun kebawah sedikit permisi kepada para penonton yang sudah datang duluan untuk mencapai kesana, untunglah dia sendirian, tidak perlu mencari kursi yang muat untuk dua orang jika Darma ikut. Dia mendapatkan senyuman saat mengucapkan permisi. Dalam hatinya dia bersyukur, Indonesia tetap Bhineka Tunggal Ika. Biarpun dihati empat puluh tujuh ribu orang yang memadati Stadion Utama Bung Karno terdapat klub yang mereka bela, untuk Tim Nasional, mereka akan satu suara.

Para Jenderal mulai terlihat, mereka melakukan pemanasan, riuh seisi Stadion. Nama para Jenderal lapangan dielu-elukan. Inilah saatnya, dua ratus tujuh puluh juta penduduk di Indonesia menyaksikan kekuatan nasionalisme para Jenderal. Pemanasan selesai, setelah berseling beberapa menit keduapuluhdua pemain keluar, Indonesia dan Laos.

Lagu kebangsaan dinyanyikan, semua berdiri. Laki-laki itu bernyanyi dengan sekuat tenaga, dia merinding. Kapan terakhir kali dia dibuat merinding dengan lagu kebangsaan Negaranya yang bahkan dia nyanyikan sendiri? Lagu kebangsaan selesai, permainan akan dimulai, para Prajurit tidak ada yang kembali duduk ditempatnya, mereka tetap beridiri dan berteriak bersama-sama, tidak terkecuali laki-laki itu.

“IN-DO-NE-SIA!”

***

Hasilnya 6-0 untuk kemenangan Indonesia, setiap orang yang dilihat menunjukan wajah kepuasaan. 11 Jenderal dengan 47.000 pasukannya berhasil menundukan Laos. Dia berjalan keluar dari stadion saat telepon genggamnya berbunyi, masih dengan senyum penuh kemenangan dia menjawab telepon tersebut.

“Halo?”

“Halo benar ini Mas Prabu?”

“Iya benar.”

“Begini Mas, teman Mas yang bernama Darma sekarang sedang berada di Rumah Sakit karena kecelakaan.”

Prabu terdiam, senyumnya hilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s