Dititipkan

“Tapi mobilnya udah nggak muat. Kamu sama Bintang aja yah?”

Tanpa bermaksud untuk menguping pembicaraan antara Januar dengan Bulan, tapi sepertinya Januar memang sengaja membesarkan volume suaranya. Bintang mengerti, Januar sudah lama tidak bertemu dengan keluarganya, pastilah dia lebih memilih untuk duduk di mobil bersama keluarganya dibanding dengan dirinya dan Bulan.

“Ya udah, tapi nanti kita ketemu kan?” Permintaan manja dari Bulan pasti tidak bisa ditolak oleh Januar. Dan benar saja, Januar mengangguk, walaupun Bintang tahu bahwa sahabatnya itu kelelahan.

Bulan tersenyum senang. Januar sempat memeluk Bulan lalu melambaikan tangannya ke Bintang. “Titip Bulan yah Bin.” Teriak Januar sambil berlari menuju keluarganya.

“Titip selamanya juga boleh.” Jawab Bintang tanpa dipikir.

Bulan sempat memalingkan mukanya kearah Bintang karena kaget. Januar yang mengangap itu sebagai candaan hanya tertawa sambil terus berlari.

“Kamu tuh apa-apaan sih?” Tanya Bulan saat mereka berdua berjalan menuju parkiran dimana mobil Bintang terparkir.

“Nggak sengaja.”

Bintang berjalan lebih cepat, meninggalkan Bulan beberapa langkah dibelakangnya. Pikirannya buntu, tidak ada jalan keluar dari masalah ini. Ada, tapi dia tidak mau melewati jalan keluar itu. Hanya ada dua jalan keluar, yang pertama adalah memaksa Bulan untuk memutuskan Januar, lalu menghapus nama Januar dalam hidup mereka. Sedangkan yang kedua, Bintang lah yang harus menyingkir dari kehidupan Bulan dan Januar. Tidak ada pilihan yang menyenangkan untuk Bintang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s