Bila Rindu

Sekali lagi aku rindu.
Wajahmu sulit aku hilangkan dari hati.
Mengapa bayangmu selalu hadir?
Selalu berhasil mengisi kekosongan diri.

Sekali lagi aku rindu.
Suaramu tidak terbantahkan menggema telinga.
Mengapa kamu selalu beresonansi?
Selalu berhasil menyenandungkan cerita.

Bila rindu dinilai menggunakan deret hitung, maka rinduku tidak akan habis terhitung.
Bila rindu dijabarkan dengan deret aksara, maka rinduku tidak akan habis terbaca.

Sekali lagi aku rindu.
Sentuhanmu masih terasa menyengat kulit.
Tapi terasa, bukanlah nyata.
Hadirlah lagi dengan tegas.

Karena bila rindu dipadankan dengan alam semesta, maka rinduku tidak akan habis dipelajari manusia.

Kuta, 30 Juli 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s