Menunggu Dini

Malam kian temaram, dini sudah menanti.

Aku resah.

Aku sudah menunggumu di tempat kita berpisah.

Pantas aku rindu,

karena sudah enam purnama yang aku lihat tanpamu.

Cepatlah kau datang, kekasihku.

 

Aku rela menjadi kalah, bila ini permainan siapa yang lebih kuat menahan rindu.

Aku rela menjadi tunduk, bila ini permainan siapa yang lebih berkuasa.

 

Waktu seperti beku, detik tak terpetik.

Aku gelisah.

Di sini, di tempat biasa aku menjemputmu.

Persinggahan bagiku dan bagimu,

sebelum kita bersama-sama pulang, berangkulan.

Cepatlah kau datang, kekasihku.

 

Malam kian temaram,

tapi Dini belum tiba.

Advertisements